Selasa, 01 Mei 2012

Sam Ratulangi


Sam Ratulangi
Gubernur Sulawesi Utara ke-1
Masa jabatan
1945 – 1949
PresidenIr. Soekarno
Digantikan olehArnold Achmad Baramuli
Informasi pribadi
LahirGerungan Saul Samuel Jacob Ratulangi
KebangsaanBendera Indonesia Indonesia
Alma materVrije Universiteit, Amsterdam
PekerjaanPahlawan Nasional Indonesia
AgamaKristen
Dr. Gerungan Saul Samuel Jacob Ratulangi atau lebih dikenal dengan nama Sam Ratulangi (lahir di TondanoSulawesi Utara5 November 1890 – meninggal di Jakarta30 Juni 1949 pada umur 58 tahun) adalah seorang politikus Minahasa dari Sulawesi Utara,Indonesia. Ia adalah seorang pahlawan nasional Indonesia. Sam Ratulangi juga sering disebut-sebut sebagai tokoh multidimensional. Ia dikenal dengan filsafatnya: "Si tou timou tumou tou" yang artinya: manusia baru dapat disebut sebagai manusia, jika sudah dapat memanusiakan manusia.
Sam Ratulangi adalah anak dari Jozias Ratulangi.[1] Pada tahun 1907, dia pergi ke Batavia untuk melanjutkan sekolah di Koningeen Wilhelmina School.[1] Setelah tamat, Sam Ratulangi melanjutkan ke Vrije Universiteit van AmsterdamBelanda.[1] Di sana, dia dipercaya menjadi Ketua Perhimpunan Mahasiswa Indonesia di Belanda tahun 1914.[1] Lima tahun kemudian, dia memperoleh gelar doktor di bidangmatematika dan fisika.[1]
Sam Ratulangi juga merupakan Gubernur Sulawesi yang pertama. Ia meninggal di Jakarta dalam kedudukan sebagai tawanan musuh pada tanggal 30 Juni 1949 dan dimakamkan di Tondano. Namanya diabadikan dalam nama bandar udara di Manado yaitu Bandara Sam Ratulangidan Universitas Negeri di Sulawesi Utara yaitu Universitas Sam Ratulangi.


>>>  Original Post

Tari Kabasaran



Kabasaran

Kabasaran adalah tarian perang dari daerah MinahasaSulawesi Utara.
Asal Usul

Tarian ini merupakan tarian keprajuritan tradisional Minahasa, yang diangkat dari kata; Wasal, yang berarti ayam jantan yang dipotong jenggernya agar supaya sang ayam menjadi lebih garang dalam bertarung.
Tarian ini diiringi oleh suara tambur dan / atau gong kecil. Alat musik pukul seperti GongTambur atau Kolintang disebut “Pa ‘ Wasalen” dan para penarinya disebut Kawasalan, yang berarti menari dengan meniru gerakan dua ayam jantan yang sedang bertarung, hampir mirip dengan tarian Cakalele dari Maluku.
Kata Kawasalan ini kemudian berkembang menjadi "Kabasaran" yang merupakan gabungan dua kata “Kawasal ni Sarian” “Kawasal” berarti menemani dan mengikuti gerak tari, sedangkan “Sarian” adalah pemimpin perang yang memimpin tari keprajuritan tradisional Minahasa. Perkembangan bahasa melayu Manado kemudian mengubah huruf “W” menjadi “B” sehingga kata itu berubah menjadi Kabasaran, yang sebenarnya tidak memiliki keterkaitan apa-apa dengan kata “besar” dalam bahasa Indonesia, namun akhirnya menjadi tarian penjemput bagi para Pembesar-pembesar.

Pada zaman dahulu para penari Kabasaran, hanya menjadi penari pada upacara-upacara adat. Namun, dalam kehidupan sehari-harinya mereka adalah petani dan rakyat biasa. Apabila Minahasa berada dalam keadaan perang, maka para penari Kabasaran menjadi Waraney.

Bentuk Gerakan

Bentuk dasar dari tarian ini adalah sembilan jurus pedang (santi) atau sembilan jurus tombak (wengkouw) dengan langkah kuda-kuda 4/4 yang terdiri dari dua langkah ke kiri, dan dua langkah ke kanan. Tiap penari kabasaran memiliki satu senjata tajam yang merupakan warisan dari leluhurnya yang terdahulu, karena penari kabasaran adalah penari yang turun temurun. Tarian ini umumnya terdiri dari tiga babak (sebenarnya ada lebih dari tiga, hanya saja, sekarang ini sudah sangat jarang dilakukan). Babak – babak tersebut terdiri dari :
1. Cakalele, yang berasal dari kata “saka” yang artinya berlaga, dan “lele” artinya berkejaran melompat – lompat. Babak ini dulunya ditarikan ketika para prajurit akan pergi berperang atau sekembalinya dari perang. Atau, babak ini menunjukkan keganasan berperang pada tamu agung, untuk memberikan rasa aman pada tamu agung yang datang berkunjung bahwa setan-pun takut mengganggu tamu agung dari pengawalan penari Kabasaran.
2. Babak kedua ini disebut Kumoyak, yang berasal dari kata “koyak” artinya, mengayunkan senjata tajam pedang atau tombak turun naik, maju mundur untuk menenteramkan diri dari rasa amarah ketika berperang. Kata “koyak” sendiri, bisa berarti membujuk roh dari pihak musuh atau lawan yang telah dibunuh dalam peperangan.
3. Lalaya’an. Pada bagian ini para penari menari bebas riang gembira melepaskan diri dari rasa berang seperti menari “Lionda” dengan tangan dipinggang dan tarian riang gembira lainnya. Keseluruhan tarian ini berdasarkan aba-aba atau komando pemimpin tari yang disebut “Tumu-tuzuk” (Tombulu) atau “Sarian” (Tonsea). Aba-aba diberikan dalam bahasa sub–etnik tombulu, Tonsea, Tondano, Totemboan, Ratahan, Tombatu dan Bantik. Pada tarian ini, seluruh penari harus berekspresi Garang tanpa boleh tersenyum, kecuali pada babak lalayaan, dimana para penari diperbolehkan mengumbar senyum riang.
Busana yang digunakan dalam tarian ini terbuat dari kain tenun Minahasa asli dan kain “Patola”, yaitu kain tenun merah dari Tombulu dan tidak terdapat di wilayah lainnya di Minahasa, seperti tertulis dalam buku Alfoersche Legenden yang di tulis oleh PN. Wilken tahun 1830, dimana kabasaran Minahasa telah memakai pakaian dasar celana dan kemeja merah, kemudian dililit ikatan kain tenun. Dalam hal ini tiap sub-etnis Minahasa punya cara khusus untuk mengikatkan kain tenun. Khusus Kabasaran dari Remboken dan Pareipei, mereka lebih menyukai busana perang dan bukannya busana upacara adat, yakni dengan memakai lumut-lumut pohon sebagai penyamaran berperang.
Sangat disayangkan bahwa sejak tahun 1950-an, kain tenun asli mulai menghilang sehingga kabasaran Minahasa akhirnya memakai kain tenun Kalimantan dan kain Timor karena bentuk, warna dan motifnya mirip kain tenun Minahasa seperti : Kokerah, Tinonton, Pasolongan dan Bentenan. Topi Kabasaran asli terbuat dari kain ikat kepala yag diberi hiasan bulu ayam jantan, bulu burung Taong dan burung Cendrawasih. Ada juga hiasan tangkai bunga kano-kano atau tiwoho. Hiasan ornamen lainnya yang digunakan adalah “lei-lei” atau kalung-kalung leher, “wongkur” penutup betis kaki, “rerenge’en” atau giring-giring lonceng (bel yang terbuat dari kuningan).
Tari Kabasaran masa kini, pada peringatan HUT RI 17 Agustus 2006 di Manado
Pada zaman penjajahan Belanda tempo dulu , ada peraturan daerah mengenai Kabasaran yang termuat dalam Staatsblad Nomor 104 B, tahun 1859 yang menetapkan bahwa 1. Upacara kematian para pemimpin negeri (Hukum Basar, Hukum Kadua, Hukum Tua) dan tokoh masyarakat, mendapat pengawalan Kabasaran. Juga pada perkawinan keluarga pemimpin negeri. 2. Pesta adat, upacara adat penjemputan tamu agung pejabat tinggi Belanda Residen, kontrolir oleh Kabasaran. 3. Kabasaran bertugas sebagai “Opas” (Polisi desa). 4. Seorang Kabasaran berdinas menjaga pos jaga untuk keamanan wilayah setahun 24 hari. Kabasaran yang telah ditetapkan sebagai polisi desa dalam Staatsblad tersebut di atas, akhirnya dengan terpaksa oleh pihak belanda harus ditiadakan pada tahun 1901 karena saat itu ada 28 orang tawanan yang melarikan diri dari penjara Manado. Untuk menangkap kembali seluruh tawanan yang melarikan diri tersebut, pihak Belanda memerintahkan polisi desa, dalam hal ini Kabasaran, untuk menangkap para tawanan tersebut. Namun malang nasibnya para tawanan tersebut, karena mereka tidak ditangkap hidup-hidup melainkan semuanya tewas dicincang oleh Kabasaran. Para Kabasaran pada saat itu berada dalam organisasi desa dipimpin Hukum Tua. Tiap negeri atau kampung memiliki sepuluh orang Kabasaran salah satunya adalah pemimpin dari regu tersebut yang disebut “Pa’impulu’an ne Kabasaran”. Dengan status sebagai pegawai desa, mereka mendapat tunjangan berupa beras, gula putih, dan kain.
Sungguh mengerikan para Kabasaran pada waktu itu, karena meski hanya digaji dengan beras, gula putih, dan kain, mereka sanggup membantai 28 orang yang seluruhnya tewas dengan lukS-luka yang mengerikan.

>>> original post

[sunting]

[sunting]

Senin, 30 April 2012

SANTAI BANGET #1

Mentari bersinar sangat cerah di hari yang indah ini “TERIMA KASIH TUHAN YESUS” untuk penyertaan semalam… sabtu, 21 april 2012 inilah hari itu, rencana pada hari ini adalah menghilangkan kepenatan selama seminggu bekerja. Dan rencananya adalah berwisata ke danau linow, berkarokean di happy puppy dan menonton film di studio 21.             

SO, this is it…
kami memulai rencana kami ini dengan berkumpul di tempat teman kami niki, bonus kami memanggilnya J, sekitar jam 9 pagi kami sudah mulai berdatangan, dan akhirnya pada jam 9.30 pagi kami sudah mulai mengeksekusi rencana kami dengan cupes sebagai driver mobil avanza yang kami sewa di rental mobil….hahaha, Oh yaaa… yang berpartisipasi dalam perjalanan kami ini adalah bonus, angkin, bocil, saya sendiri dan 2 pasangan yaitu cale+zera dan odi+lisa… :D
tujuan kami yang pertama dalam perjalanan ini sesuai dengan rencana adalah danau Linow, ya danau linauw, danau ini merupakan tempat berwisata yang menawarkan keindahan warna danau itu sendiri, ini merupakan pertama kalinya saya akan pergi ke sana “WHAT???” :D dan menurut teman-teman yang sudah pernah menginjakan kaki di sana bahwa danaunya akan lebih indah kalau cuacanya sangat cerah, tentunya sangat cocok dengan cuaca pada saat kami mengadakan perjalanan ke sana, dan mudah-mudahan cuacanya tidak berubah…. J danau ini terletak di kira-kira di Tomohon bagian Selatan perjalanan kami yang pertama ini memakan waktu perjalanan kurang lebih setengah jam dari Tondano tempat kami berasal…. Dan tidak terasa kami pun tiba di danau Linauw, sebelum masuk kita harus membayar Tiket masuk sebesar Rp.25.000,-/orang dan tentunya tiketnya bisa disa ditukar dengan minuman + snack…. Pada saat kami tiba cuaca mulai tidak bersahabat :D, cuaca kelihatannya akan hujan pada saat itu, tapi cuaca apapun tidak akan mengurangi kadar keceriaanku pada saat itu hahahahaha… kamipun langsung turun ke spot-spot yang kami nilai bagus untuk berfoto-foto ria :D namun sayangnya cuaca pada saat itu mendung dan benar saja danau itu tidak memperlihatkan keindahan yang seperti yang digambarkan teman-teman maupun yang ada di foto-foto yang telah saya lihat tentang danau ini… dan beberapa saat kemudian hujan pun turun, dan memaksa kami untuk berteduh dan danaupun diselimuti kabut tebal… pada saat kami berteduh pun kami tidak mau kehilangan moment ini begitu saja kami pun masih semangat untuk jeprat-jepret untuk mengabadikan moment ini :D…. kami juga sempat bertemu dengan wisatawan asing di sana sekitaran 10 orang, kata penjaga, wisatawan itu asal Denmark. Hujan pun mulai meredah dan kamipun melanjutkan perjalanan kami…. And the Next Destination is Manado, kurang lebih 1 jam perjalanan dari tempat kami pada saat itu, kami memulai perjalanan sekitar jam 1.30……………………….. dalam perjalanan kami bernyanyi terus di dalam mobil sampai pada saat kejadian mobil kami hampir saja diserempet mobil lain di tikungan… hahahaha that’s True. Tak terasa kami pun sampai di Manado, oh yaa di Manado Tujuan kami adalah ke Manado Town Square (MANTOS) tapi sebelumnya kami mau mampir dulu ke Tokoh yang menjual aksesoris dan peralatan Sepakbola + Futzal yang terletak di Banjer, Sebelah Utara dari pusat kota Manado, di sana teman saya angkin yang mau mengambil pesanan jersey Belanda Euro nya. Dari tempat itu kami langsung menuju ke (MANTOS). Kita sampai di sana kira-kira jam 3, kami pun langsung menuju ke studio 21 untuk memilih film + membeli tiket masuk………… dan pilihan kami pun jatuh pada film “BATTLE SHIP” kami pun langsung membeli tiket dengan waktu masuk jam 9.30 malam. Then, kita semua langsung sekalian memesan tempat di tempat berkaraoke, dan “HAPPY PUPPY” menjadi tujuan kami, sampai disana kami langsung memesan tempat dengan durasi 2 jam dari jam 5 sampai jam 7. Yang artinya masih ada 2 jam kosong sebelum kami bernyanyi gila-gilaan, akakakakakak :D . yupz! thats right, waktunya cari tempat untuk mengisi kekosongan dalam perut ini J……… perut sudah terisi dan masih 1 jam lagi sebelum masuk berkaraoke, kami pun sepakat untuk berpisah untuk berbelanja kepentingan masing-masing selama 45 menit, sayapun mampir  di salah satu counter olahraga di MANTOS dan akhirnya pilihan sayapun jatuh ke Sepatu Futzal :D ….. tidak terasa waktu hampir menunjukan pukul 5, kami pun saling telpon dan sepakat untuk langsung menuju ke tempat karaoke. Dan sayapun menjadi “opening act”nya  selama 2 jam kita berada di dalam dengan lagu “we are young – FUN” :D, hahaha… selama 2 jam berada dalam ruangan kita sangat senang dan semangat menyanyikan bait demi bait, lagu demi lagu… dan menurut saya the best performance malam itu adalah odi dengan “4 mata – bagindas” nya, kalo ga salah judulnya itu hahahahahahaha…. Yang berhasil membangkitkan suasana menjadi lebih,… lebih apa yaaach? #alaaaaaa hahahaha…. Dan tidak terasa waktu 2 jam pun berlalu…. Waktu menunjukan kurang lebih pukul 7.30 malam yang artinya masih ada 2 jam lagi sebelum kita menonton film di Studio21……………………………………………(**(@*#*@)@#(^^$%(*))(!@&*(@()1218&$&(#................................................. Kita pun menghabiskan waktu 1 ½  jam di foodcourt. yuupz, 1 ½  jam saja :D :D :D :D ,,,…………………….. (**(@*#*@)@#(^^$%(*))(!@&*(@()1218&$&(#........................................................................................................ Taraaaaaaaaaa, waktu menunjukan pukul 09.00 malam, kita semua pun langsung menuju ke lobi studio 21, dan menunggu selama kurang lebih ½ jam duduk di lantai lobi studio 21…… “tiktaktioktoktiktaktiktok tiktaktioktoktiktaktiktok tiktaktioktoktiktaktiktok” , “pintu theater 1 telah dibuka”  gogogogo,,,… kamipun langsung masuk dan duduk sesuai dengan nomor yang berada di ticket masuk… hahahahaha…. Yupz “BATTLE SHIP” untuk itulah saya berada di sini… dan tanpa terasa 2 jam telah berlalu, ngemeng-ngemeng ada satu kejadian unik pas sementara nonton, teman kami bocil tertidur “WHAT?” :D hahahaha… felem pe gaga bagini kong ngana mo tidor, ngana kira ini ba uni di DVD di rumah… akakakaak :D                             

-THE END-


kira-kira jam 12.00, dan kami pun telah berhasil mengeksekusi rencana kami dengan baik, it’s time to go home…  “TERIMA KASIH TUHAN YESUS” untuk penyertaan hari ini…
NEXT…………………… SANTAI BANGET #2

@ DANAU LINAUW
SEPATU FUTZAL BARUKU :D
@ DANAU LINAUW

@ DANAU LINAUW





futzal 27 april 2012 @ Tomohon








Senin, 09 April 2012

AS Roma 2000/2001


Goalkeeper
                                                     12 Marco Amelia 02/04/1982


             1 Francesco Antonioli 14/09/1969  
        22  Cristiano Lupatelli 21/06/1978  


    33 Carlo Zotti 03/09/1982  
Defender
    6 Aldair 30/11/1965  
      3 Antônio Carlos 18/05/1969  
     30 Cesare Bovo14/01/1983  
 2 Cafu  07/06/1970 

     32 Vincent Candela 24/10/1973 

20 Damiano Ferronetti 01/11/1984

28 Amedeo Mangone 12/07/1968  

23 Alessandro Rinaldi 23/11/1974 


19 Walter Samuel 23/03/1978  
27  Alessandro Zamperini 15/08/1982  
    15 Jonathan Zebina 19/07/1978  

Midfielder


13 Massimo Bonanni 10/06/1982

16    Gaetano D'Agostino 03/06/1982 
26 Daniele De Rossi 24/07/1983 

7 Eusebio Di Francesco 08/09/1969 

11 Emerson 04/04/1976 

25 Gianni Guigou 22/0_/1975 
    5 Marcos Assunção 25/07/1976  


8 Hidetoshi Nakata 22/01/1977 
17 Damiano Tommasi 17/05/1974 

29 Alessandro Tulli  08/04/1982
4 Cristiano Zanetti 14/04/1977  

Forward
    21 Abel Balbo 01/06/1966  
18 Gabriel Batistuta 01/02/1969 
24 Marco Delvecchio 07/04/1973 

31 Daniele Martinetti 26/06/1981
  9 Vincenzo Montella 18/06/1974  

10 Francesco Totti 27/09/1976 


Manager
    Fabio Capello 18/06/1946