Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan

Selasa, 01 Mei 2012

Sam Ratulangi


Sam Ratulangi
Gubernur Sulawesi Utara ke-1
Masa jabatan
1945 – 1949
PresidenIr. Soekarno
Digantikan olehArnold Achmad Baramuli
Informasi pribadi
LahirGerungan Saul Samuel Jacob Ratulangi
KebangsaanBendera Indonesia Indonesia
Alma materVrije Universiteit, Amsterdam
PekerjaanPahlawan Nasional Indonesia
AgamaKristen
Dr. Gerungan Saul Samuel Jacob Ratulangi atau lebih dikenal dengan nama Sam Ratulangi (lahir di TondanoSulawesi Utara5 November 1890 – meninggal di Jakarta30 Juni 1949 pada umur 58 tahun) adalah seorang politikus Minahasa dari Sulawesi Utara,Indonesia. Ia adalah seorang pahlawan nasional Indonesia. Sam Ratulangi juga sering disebut-sebut sebagai tokoh multidimensional. Ia dikenal dengan filsafatnya: "Si tou timou tumou tou" yang artinya: manusia baru dapat disebut sebagai manusia, jika sudah dapat memanusiakan manusia.
Sam Ratulangi adalah anak dari Jozias Ratulangi.[1] Pada tahun 1907, dia pergi ke Batavia untuk melanjutkan sekolah di Koningeen Wilhelmina School.[1] Setelah tamat, Sam Ratulangi melanjutkan ke Vrije Universiteit van AmsterdamBelanda.[1] Di sana, dia dipercaya menjadi Ketua Perhimpunan Mahasiswa Indonesia di Belanda tahun 1914.[1] Lima tahun kemudian, dia memperoleh gelar doktor di bidangmatematika dan fisika.[1]
Sam Ratulangi juga merupakan Gubernur Sulawesi yang pertama. Ia meninggal di Jakarta dalam kedudukan sebagai tawanan musuh pada tanggal 30 Juni 1949 dan dimakamkan di Tondano. Namanya diabadikan dalam nama bandar udara di Manado yaitu Bandara Sam Ratulangidan Universitas Negeri di Sulawesi Utara yaitu Universitas Sam Ratulangi.


>>>  Original Post

Tari Kabasaran



Kabasaran

Kabasaran adalah tarian perang dari daerah MinahasaSulawesi Utara.
Asal Usul

Tarian ini merupakan tarian keprajuritan tradisional Minahasa, yang diangkat dari kata; Wasal, yang berarti ayam jantan yang dipotong jenggernya agar supaya sang ayam menjadi lebih garang dalam bertarung.
Tarian ini diiringi oleh suara tambur dan / atau gong kecil. Alat musik pukul seperti GongTambur atau Kolintang disebut “Pa ‘ Wasalen” dan para penarinya disebut Kawasalan, yang berarti menari dengan meniru gerakan dua ayam jantan yang sedang bertarung, hampir mirip dengan tarian Cakalele dari Maluku.
Kata Kawasalan ini kemudian berkembang menjadi "Kabasaran" yang merupakan gabungan dua kata “Kawasal ni Sarian” “Kawasal” berarti menemani dan mengikuti gerak tari, sedangkan “Sarian” adalah pemimpin perang yang memimpin tari keprajuritan tradisional Minahasa. Perkembangan bahasa melayu Manado kemudian mengubah huruf “W” menjadi “B” sehingga kata itu berubah menjadi Kabasaran, yang sebenarnya tidak memiliki keterkaitan apa-apa dengan kata “besar” dalam bahasa Indonesia, namun akhirnya menjadi tarian penjemput bagi para Pembesar-pembesar.

Pada zaman dahulu para penari Kabasaran, hanya menjadi penari pada upacara-upacara adat. Namun, dalam kehidupan sehari-harinya mereka adalah petani dan rakyat biasa. Apabila Minahasa berada dalam keadaan perang, maka para penari Kabasaran menjadi Waraney.

Bentuk Gerakan

Bentuk dasar dari tarian ini adalah sembilan jurus pedang (santi) atau sembilan jurus tombak (wengkouw) dengan langkah kuda-kuda 4/4 yang terdiri dari dua langkah ke kiri, dan dua langkah ke kanan. Tiap penari kabasaran memiliki satu senjata tajam yang merupakan warisan dari leluhurnya yang terdahulu, karena penari kabasaran adalah penari yang turun temurun. Tarian ini umumnya terdiri dari tiga babak (sebenarnya ada lebih dari tiga, hanya saja, sekarang ini sudah sangat jarang dilakukan). Babak – babak tersebut terdiri dari :
1. Cakalele, yang berasal dari kata “saka” yang artinya berlaga, dan “lele” artinya berkejaran melompat – lompat. Babak ini dulunya ditarikan ketika para prajurit akan pergi berperang atau sekembalinya dari perang. Atau, babak ini menunjukkan keganasan berperang pada tamu agung, untuk memberikan rasa aman pada tamu agung yang datang berkunjung bahwa setan-pun takut mengganggu tamu agung dari pengawalan penari Kabasaran.
2. Babak kedua ini disebut Kumoyak, yang berasal dari kata “koyak” artinya, mengayunkan senjata tajam pedang atau tombak turun naik, maju mundur untuk menenteramkan diri dari rasa amarah ketika berperang. Kata “koyak” sendiri, bisa berarti membujuk roh dari pihak musuh atau lawan yang telah dibunuh dalam peperangan.
3. Lalaya’an. Pada bagian ini para penari menari bebas riang gembira melepaskan diri dari rasa berang seperti menari “Lionda” dengan tangan dipinggang dan tarian riang gembira lainnya. Keseluruhan tarian ini berdasarkan aba-aba atau komando pemimpin tari yang disebut “Tumu-tuzuk” (Tombulu) atau “Sarian” (Tonsea). Aba-aba diberikan dalam bahasa sub–etnik tombulu, Tonsea, Tondano, Totemboan, Ratahan, Tombatu dan Bantik. Pada tarian ini, seluruh penari harus berekspresi Garang tanpa boleh tersenyum, kecuali pada babak lalayaan, dimana para penari diperbolehkan mengumbar senyum riang.
Busana yang digunakan dalam tarian ini terbuat dari kain tenun Minahasa asli dan kain “Patola”, yaitu kain tenun merah dari Tombulu dan tidak terdapat di wilayah lainnya di Minahasa, seperti tertulis dalam buku Alfoersche Legenden yang di tulis oleh PN. Wilken tahun 1830, dimana kabasaran Minahasa telah memakai pakaian dasar celana dan kemeja merah, kemudian dililit ikatan kain tenun. Dalam hal ini tiap sub-etnis Minahasa punya cara khusus untuk mengikatkan kain tenun. Khusus Kabasaran dari Remboken dan Pareipei, mereka lebih menyukai busana perang dan bukannya busana upacara adat, yakni dengan memakai lumut-lumut pohon sebagai penyamaran berperang.
Sangat disayangkan bahwa sejak tahun 1950-an, kain tenun asli mulai menghilang sehingga kabasaran Minahasa akhirnya memakai kain tenun Kalimantan dan kain Timor karena bentuk, warna dan motifnya mirip kain tenun Minahasa seperti : Kokerah, Tinonton, Pasolongan dan Bentenan. Topi Kabasaran asli terbuat dari kain ikat kepala yag diberi hiasan bulu ayam jantan, bulu burung Taong dan burung Cendrawasih. Ada juga hiasan tangkai bunga kano-kano atau tiwoho. Hiasan ornamen lainnya yang digunakan adalah “lei-lei” atau kalung-kalung leher, “wongkur” penutup betis kaki, “rerenge’en” atau giring-giring lonceng (bel yang terbuat dari kuningan).
Tari Kabasaran masa kini, pada peringatan HUT RI 17 Agustus 2006 di Manado
Pada zaman penjajahan Belanda tempo dulu , ada peraturan daerah mengenai Kabasaran yang termuat dalam Staatsblad Nomor 104 B, tahun 1859 yang menetapkan bahwa 1. Upacara kematian para pemimpin negeri (Hukum Basar, Hukum Kadua, Hukum Tua) dan tokoh masyarakat, mendapat pengawalan Kabasaran. Juga pada perkawinan keluarga pemimpin negeri. 2. Pesta adat, upacara adat penjemputan tamu agung pejabat tinggi Belanda Residen, kontrolir oleh Kabasaran. 3. Kabasaran bertugas sebagai “Opas” (Polisi desa). 4. Seorang Kabasaran berdinas menjaga pos jaga untuk keamanan wilayah setahun 24 hari. Kabasaran yang telah ditetapkan sebagai polisi desa dalam Staatsblad tersebut di atas, akhirnya dengan terpaksa oleh pihak belanda harus ditiadakan pada tahun 1901 karena saat itu ada 28 orang tawanan yang melarikan diri dari penjara Manado. Untuk menangkap kembali seluruh tawanan yang melarikan diri tersebut, pihak Belanda memerintahkan polisi desa, dalam hal ini Kabasaran, untuk menangkap para tawanan tersebut. Namun malang nasibnya para tawanan tersebut, karena mereka tidak ditangkap hidup-hidup melainkan semuanya tewas dicincang oleh Kabasaran. Para Kabasaran pada saat itu berada dalam organisasi desa dipimpin Hukum Tua. Tiap negeri atau kampung memiliki sepuluh orang Kabasaran salah satunya adalah pemimpin dari regu tersebut yang disebut “Pa’impulu’an ne Kabasaran”. Dengan status sebagai pegawai desa, mereka mendapat tunjangan berupa beras, gula putih, dan kain.
Sungguh mengerikan para Kabasaran pada waktu itu, karena meski hanya digaji dengan beras, gula putih, dan kain, mereka sanggup membantai 28 orang yang seluruhnya tewas dengan lukS-luka yang mengerikan.

>>> original post

[sunting]

[sunting]

Sabtu, 14 Januari 2012

3 SCUDETTO

SCUDETTO PERTAMA KALI

16 Tim
Ada 16 tim yang berlaga di Seri A, diantaranya AS Roma, Torino, Venezia, Genoa, Lazio, Juventus, Bologna, Fiorentina, Triestina, Milano(A.C. Milan), Liguria(kini bernama U.C. Sampdoria), Ambrosina-Inter(kini bernama Internazionale Milan F.C), Atalanta, Livorno, Napoli, dan Modena.
Roma bermain sebanyak 30 kali dan berhasil mengoleksi 42 poin, dari 16 kemenangan, 10 hasil imbang, dan 4 kekalahan.
Komposisi Pemain dan Pelatih
Roma kala itu dikapteni oleh Ernes Borsetti. Pemain lainnya yang sangat besar jasanya adalah Mornese, Andreoli, Risorti, Cappellini, Guido Massetti, Benedetti, dan duet striker Roma kali itu, yaitu Amadei dan Panto.
Serta sebutan the rising star kala itu jatuh pada Nein Kreizu yang berasal dari Hungaria.
Dan, pelatihnya kala itu adalah Alfred Schaffer asal Austria.
SCUDETTO KE DUA
Roma yang ini adalah Roma terhebat sepanjang masa(menurut survei yang pernah saya baca di suatu tabloid olahraga). Karena, Roma sudah memuncaki klasemen sejak pekan kedua. Seri A kala itu dihuni oelh 16 tim, yang terdiri dari AS Roma, Juventus, Internazionale, Hellas Verona, Fiorentina, Udinese, Sampdoria, Torino, Avellino, Napoli, Pisa, Genoa, Ascoli, Cagliari, Cesena, dan Catanzaro. Roma bermain sebanyak 30 kali dan mengoleksi 43 poin, dari 16 kemenangan, 11 hasil imbang, dan 3 kekalahan. Hasil ini tentu saja menggembirakan, apalagi mengingat masa itu Juventus sedang berjayanya.
Roma di musim itu melahirkan banyak pemain legendaris, seperti Bruno Conti, Roberto Pruzzo, Carlo Ancelotti, Falcao, Giuseppe Giannini, Di Bartolomei(sebagai kapten), etc. Roma kala itu ditukangi oleh Niels Liedholm.

SCUDETTO KE TIGA

Berikutnya, musim 200/2001, Roma berhasil merebut scudetto dari tangan Lazio, pemegang trofi Seri A musim sebelumnya.
Roma yang ini adalah Roma yang saya pikir terhebat sepanjang yang saya lihat.
Itu terbukti dari perolehan poinnya yaitu 75 poin dari 34 laga. Kala itu, Roma dibesut oleh pelatih bertangan dingin, yaitu Fabio Capello. pemain-pemain kuncinya yaitu
Francesco Totti yang menjabat sebagai kapten, Vincenzo Montella, Gabriel Batistuta, Cafu, Aldair, Nakata, Zago, Antonioli, Tommasi, etc.
Penentuan juara musim ini ditentuka di pekan terakhir, yang ketika itu ada 2 ti yang berpeluang meraih scudetto, yaitu Roma dan Juventus. Bahkan, selebriti asal italia, Sabrina Ferilli, rela melaksanakan nazarnya yaitu menari telanjang ketika Roma berhasil meraih scudetto.
Begitulah masa lalu Roma, yang penuh kejayaan. Sekarang, pemain-pemain legendaris Roma seperti Ancelotti dan Conti dipandang hormat. Ancelotti berhasil mengantarkan AC Milan meraih 2 trofi Liga Champion, dan Conti menjadi duta Final Liga Champion 2008/2009.



sumber : http://asromaasik.wordpress.com

IL CAPITANO (KAPTEN AS ROMA)

Name                             Position  Career Seasons   as Captain Appearances Goals
Attilio Ferraris IV              MF 1927– 1934 / 1938-1939 7 (1927–1934) 217 2
Fulvio Bernardini              MF 1928–1939 5 (1934– 1939) 286 45.
Guido Masetti                   GK 1930–1943 4 (1939–1943) 339 0.
Amedeo Amadei              FW 1936-1938 /1939-1948 5 (1943–1948) 216 101.
Sergio Andreoli                 DF 1941–1950 2 (1948–1950) 205 13.
Armando Tre Re             DF 1949–1954 3 (1950–1953) 169 6.
Arcadio Venturi               MF 1948–1957 4 (1953–1957) 288 17.
Alcides Ghiggia                 MF 1953–1961 1 (1957–1958) 201 19.
Egidio Guarnacci                 MF 1953–1963 1 (1958–1959) 122 4.
Giacomo Losi                     DF 1959–1969 9 (1959–1968) 450 2.
Joaquín Peiró                  MF 1968–1970 2 (1968–1970) 128 28.
Luis del Sol                     MF 1970–1972 2 (1970–1972) 59 4.
Franco Cordova                MF 1967–1976 4 (1972–1976) 212 9.
Sergio Santarini              DF 1968–1981 4 (1976–1980) 344 7.
Agostino Di Bartolomei    MF 1972–1984 4 (1980–1984) 293 64.
Carlo Ancelotti                    MF 1979–1987 3 (1984–1987) 227 18.
Giuseppe Giannini             MF 1981–1996 9 (1987–1996) 437 75.
Amedeo Carboni              LB 1990–1997 1 (1996–1997) 229 5.
Abel Balbo                       FW 1993-1998 /2000-2002 1 (1997–1998) 175 78.
Aldair                                   DF 1990–2003 1 (1998) 312 20.
Francesco Totti               FW 1993-12 (1998 – ) 570 245.

Sejarah Logo Roma

REMUS DAN ROMULUS
Legenda tentang sepasang anak kembar yang diasuh oleh seekor serigala betina adalah awal ceritaberdirinya kota Roma.
Remus dan Romulus adalah anak dari Rhea Silvia dan Mars.
Saat lahir anak ini dibuang dibuang ke sungai Tiber oleh Paman mereka, Amulius
Alasannya karena Rhea diharuskan tetap menjadi perawan suci dan menetap di biara.
Remus dan Romulus kemudian ditemukan seekor serigala betina dan mengasuh
keduanya,
Suatu hari seorang penggembala anjing bernama Faustulus menemukan mereka dan merawat keduanya hingga dewasa.
25 April 753 SM Romulus mendirikan kota Roma setelah membunuh saudara kembarnya.
Serigala dan anak kembar kemudian dijadikan simbol kota Roma.
AS. Roma berjuluk I Lupi atau serigala.
Nah dengan dasar cerita asal muasal kota Roma maka AS.ROMA menjadikan serigala, Remus dan Romulus menjadi logo klub.
Tepatnya 22 Juli 1927, inilah simbol asli Roma.
“Menggambarkan dua orang anak sedang menyusu pada seekor serigala.”
Logo ini sempat menghilang dan kemudian muncul lagi di era 90-an.

LOGO BERUBAH

Logo Roma berubah di era pemerintahan fasis di Italia (aspek politis)
Diktator Benito Mussolini berupaya menanamkan pahamnya pada masyarakat Italia.
Nah, Olahraga khususnya sepakbola salah satu sasaran untuk kepentingan politis, AS.Roma sebagai salah satu kekuatan terbesar diibukota waktu itu ikut jadi tunggangan pemerintahan fasisme.
Wajar karena pendiri AS.Roma Italo Foschi adalah salah satu petinggiAssociazione Sportiva Fascista Pro Rome atau Organisasi Olahraga Fasis Pro Roma. Kedekatannya dengan pemerintahan fasis secara tidak langsung berimbas pada perubahan logo AS.Roma
Pada era 1930-an, simbol Remus dan Romulus menghilang dari logo bentuk PERISAI.
Dan diganti dengan inisial klub ASR.
” Logo ASR dikurung lingkaran berwarna merah. Terlihat simple tapi sama sekali tidak mempresentasikan bahwa klub ini berasal dari Kota Roma”
Efeknya :
Membuat masyarakat Roma beralih, kebanggaan masyarakat akan kotanya sendiri menjadi berkurang.
Sebelumnya, AS.Roma merupakan kebanggaan kota ini meski masih ada Lazio yg berhomebase sama,
Seperti kita ketahui banyaknya pendukung Il Lupi tak lepas dari berdirinya klub ini yg merupakan
hasil merger dari 3 klub : Roman, Alba dan Fortitudo Pro Roma.
Fortitudo merupakan salah satu klub yang saat itu punya basis pendukung terbanyak dari kalangan religius.

PASCA TUMBANGNYA MUSOLINI


Seiring tumbangnya rezim fasis pimpinan Musolini, Italo Foschi tak lagi memimpin AS.Roma
Logo klub pun kembali mengalami transformasi.
“Logo berubah dan makin menguatkan kesan tim berjuluk I Giallorossi (kuning-merah). Dengan menambahkan unsure berwarna kuning emas. Proporsi warna merah dan kuning emas lebih seimbang”
Efeknya:
Logo ini membawa keberuntungan, musim 1941-1942 I Lupi sukses meraih Scudetto pertama.
Di bawah pelatih Schaffer dan sang bintang Amadeo Amadei dkk..
Scudetto ini adalah impian sang pendiri Italo Foschi, tujuannya menyatukan klub2 kota Roma adalah
untuk menandingi kekuatan klub2 besar dari wilayah utara (Juventus, Inter dan Milan)

LOGO TERBURUK

Setelah meraih Scudetto perdana AS.Roma selalu gagal mengulang pesta Scudetto.
Hingga perubahan berkali-kali tetap tidak membawa keberuntungan.
“merubah model tulisan hingga kembali ke bentuk perisai. Dan kembali dengan hanya bertuliskan AS. Roma (logo terburuk)”


LOGO TAHUN 60′an

Dan akhirnya pada era 60-an AS Roma kembali ke logo saat klub berdiri.
Walau kembali ke logo awal tetap saja tidak membawa keberuntungan.
Selalu gagal meraih Scudetto dan dominasi Italia semakin milik klub2 utara.




LOGO ERA 80-an


Tahun 80-an AS Roma mengalami pergantian presiden dari Gaetano Anzaloneke tangan Dino Fiola di tahun 1979.
Efek pergantian ini juga berimbas pada logo klub,
“Logo klub berubah menjadi serigala hitam dengan background berwarna putih yang dikelilingi lingkaran berwarna merah dan kuning. 
Perubahan yang sangat radikal karena mengubah seluruh elemen dari logo asli sebelumnya.
Meski begitu logo ini sangat mewakili Roma sebagai tim berjuluk I Lupi
Hasilnya Roma berhasil meraih Scudetto II musim 1982/1983.

LOGO 90-an & LOGO 2000-an.

Logo serigala hitam tidak bertahan lama karena pada awal era 90-an AS Roma kembali memakai logo asli.
Akhirnya Remus dan Romulus membawa keberuntungan dengan raihanScudetto III di bawah pelatih Fabio Capello dan tentunya Il Capitano Francesco Totti.
Gelar lainnya seperti Juara Coppa Italia 1990/1991, 2006/2007, 2007/2008
SuperCoppa Italia 2001,2007

source : www.romanisti-indonesia.com

Jumat, 09 Juli 2010

Sejarah Minahasa

Minahasa berasal dari kata "MINAESA" yang berarti persatuan, yang mana zaman dahulu Minahasa dikenal dengan nama "MALESUNG".

Menurut penyelidikan dari Wilken dan Graafland bahwa pemukiman nenek moyang orang Minahasa dahulunya di sekitar pegununggan Wulur Mahatus, kemudian berkembang dan berpindah ke Mieutakan (daerah sekitar tompaso baru saat ini).
Orang minahasa yang dikenal dengan keturunan Toar Lumimuut pada waktu itu dibagi dalam 3 (tiga) golongan yaitu :
  • Makarua Siow : para pengatur Ibadah dan Adat
  • Makatelu Pitu : yang mengatur pemerintahan
  • Pasiowan Telu : Rakyat
Berdasarkan penyelidikan Dr. J.P.G. Riedel, sekitar tahun 670 di Minahasa telah terjadi suatu musyawarah di watu Pinawetengan yang dimaksud untuk menegakkan adat istiadat serta pembagian wilayah Minahasa. Pembagian wilayah minahasa tersebut dibagi dalam beberapa anak suku, yaitu:
  • Anak suku Tontewoh (Tonsea) : wilayahnya ke timur laut
  • Anak suku Tombulu : wilayahnya menuju utara
  • Anak suku Toulour : menuju timur (atep)
  • Anak suku Tompekawa : ke barat laut, menempati sebelah timur tombasian besar
Pada saat itu  belum semua daratan minahasa ditempati, baru sampai di garisan Sungai Ranoyapo, Gunung Soputan, Gunung Kawatak, Sungai Rumbia. nanti setelah permulaan  abad XV dengan semakin berkembangnya keturunan Toar Lumimuut, dan terjadinya perang dengan Bolaang Mongondow, maka penyebaran penduduk makin meluas keseluruh daerah minahasa. hal ini sejalan dengan perkembangan anak suku sepert anak suku Tonsea, Tombulu, Toulour, Tountemboan, Tonsawang, Ponosakan dan bantik.
Di Minahasa sejak dahulu tidak mengenal adanya pemerintahan yang diperintah oleh raja. Yang ada adalah:
  • Walian :Pemimpin agama / adat serta dukun
  • Tonaas : Orang keras, yang ahli dibidang pertanian, kewanuaan, mereka yang dipilih menjadi kepala walak
  • Teterusan : Panglima perang
  • Potuasan : Penasehat
Dengan lembaran Negara  Nomor 64 Tahun 1919, minahasa di jadikan daerah otonom. Pada saat itu minahasa terbagi dalam 16 distrik : distrik tonsea, manado, bantik, maumbi, tondano, touliang, tomohon, sarongsong, tombariri, sonder, kawangkoan, rumoong, tombasian, pineleng, tonsawang, dan tompaso. Tahun 1925, 16 distrik tersebut dirubah menjadi 6 distrik yaitu distrik manado, tonsea, tomohon, kawangkoan, ratahan, dan amurang.
Sejalan dengan perkembangan otonomi maka tahun 1919, kota Manado yang berada di tanah Minahasa, diberikan pula otonom menjadi Wilayah Kota manado. Kemudian karena kemajuan yang semakin cepat, maka status kecamatan Bitung, berdasarkan Peraturan pemerintah nomor 4 Yahun 1975 Tanggal 10 April 1975 telah ditetapkan menjadi Kota Administratif Bitung, dan selanjutnya pada tahun 1982 ditetapkan menjadi Kota Bitung.
Dalam rangka untuk meningkatkan daya guna dan hasil guna dalam rentang kendali penyelenggaraan tugas pemerintahan, pelaksanaan pembangunan serta pembinaan dan pelayanan masyarakat usulan pembentukan kabupaten Minahasa Selatan dan Kota Tomohon diproses bersama-sama dengan 25 calon Kabupaten/Kota diseluruh Indonesia, dan setelah melalui proses persetujuan DPR-RI, maka Kabupaten Minahasa Selatan dan Kota Tomohon ditetapkan menjadi Kabupaten dan Kota Otonom di Indonesia melalui UU Nomor 10 tahun 2003 tertanggal 25 Pebruari 2003. Pada tanggal 21 Nopember 2003 dengan UU Nomor 33 Tahun 2003 , Kabupaten Minahasa Utara ditetapkan  menjadi daerah otonom yang baru.
Dengan adanya Pemekaran tersebut maka wilayah minahasa menjadi 3 (tiga) Kabupaten (Kabupaten Minahasa, Minahasa Selatan, Minahasa Utara) dan 3 (dua) Kota (Kota Manado, Bitung dan Tomohon) http://www.minahasa.go.id

Pahlawan Minahasa

DR. G. SS. Y. Ratulangi (1890-1949)


Click to enlarge
DR. G. SS. Y. Ratulangi
(1890-1949)

Gerungan Saul Samuel Yacob Ratulangi yang lebih dikenal dengan nama Sam Ratulangi lahir pada 5 November 1890 di Tondano, Sulawesi Utara. Setelah menamatkan Hoofden School (Sekolah Raja) di Tondano, ia meneruskan pelajarannya ke sekolah tehnik (KWS) di Jakarta.
Pada tahun 1915 ia berhasil memperoleh ijazah guru ilmu pasti untuk Sekolah Menengah dari negeri Belanda dan empat tahun kemudian memperoleh gelar dokter Ilmu Pasti dan Ilmu Alam di Swiss. Di negeri Belanda ia menjadi Ketua Perhimpunan Indonesia dan di Swiss menjadi Ketua Organisasi Pelajar-pelajar Asia.
Awal Agustus 1945 Ratulangi diangkat menjadi anggota Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia. Setelah RI terbentuk, ia diangkat menjadi Gubernur Sulawesi yang pertama. Ia ditangkap Belanda dan dibuang ke Serui, Irian Jaya.
Pada 30 Juni 1949, Sam Ratulangi meninggal dunia di Jakarta dalam kedudukan sebagai tawanan musuh (Belanda). Jenazahnya kemudian dimakamkan di Tondano. http://www.theminahasa.net