Senin, 09 April 2012

AS Roma 2000/2001


Goalkeeper
                                                     12 Marco Amelia 02/04/1982


             1 Francesco Antonioli 14/09/1969  
        22  Cristiano Lupatelli 21/06/1978  


    33 Carlo Zotti 03/09/1982  
Defender
    6 Aldair 30/11/1965  
      3 Antônio Carlos 18/05/1969  
     30 Cesare Bovo14/01/1983  
 2 Cafu  07/06/1970 

     32 Vincent Candela 24/10/1973 

20 Damiano Ferronetti 01/11/1984

28 Amedeo Mangone 12/07/1968  

23 Alessandro Rinaldi 23/11/1974 


19 Walter Samuel 23/03/1978  
27  Alessandro Zamperini 15/08/1982  
    15 Jonathan Zebina 19/07/1978  

Midfielder


13 Massimo Bonanni 10/06/1982

16    Gaetano D'Agostino 03/06/1982 
26 Daniele De Rossi 24/07/1983 

7 Eusebio Di Francesco 08/09/1969 

11 Emerson 04/04/1976 

25 Gianni Guigou 22/0_/1975 
    5 Marcos Assunção 25/07/1976  


8 Hidetoshi Nakata 22/01/1977 
17 Damiano Tommasi 17/05/1974 

29 Alessandro Tulli  08/04/1982
4 Cristiano Zanetti 14/04/1977  

Forward
    21 Abel Balbo 01/06/1966  
18 Gabriel Batistuta 01/02/1969 
24 Marco Delvecchio 07/04/1973 

31 Daniele Martinetti 26/06/1981
  9 Vincenzo Montella 18/06/1974  

10 Francesco Totti 27/09/1976 


Manager
    Fabio Capello 18/06/1946  

Sabtu, 14 Januari 2012

Derby Della Capitale

Derby della Capitale juga dikenal sebagai Derby Capitolino il atau Derby del Cupolone atau Derby del Colosseoatau Derby dell’Urbe, adalah pertandingan antar dua tim sepakbola utama yang berdomisili di kota Roma, yakni Associazione Sportiva Roma (AS Roma) dengan Societa Sportiva Lazio (SS Lazio).
Derby della Capitale dapat dianggap sebagai derby tersengit di Italia dibandingkan dengan derby lainnya seperti Derby della Madonnina (derby kota Milan) atau Derby della Mole (derby kota Turin), juga dapat dikatakan sebagai salah satu derby terbesar dan terpanas di Eropa.
Derby della Capitale telah ditandai dalam sejarah dengan penonton yang membludak, adu semangat dan penuh tensi, dan seringkali diwarnai insiden-insiden kekerasan.

Sejarah Persaingan

  1. Penduduk kota Roma meyakini bahwa Derby della Capitale adalah “lebih dari sekadar permainan”.
  2. AS Roma merupakan merger dari tiga klub lokal di kota Roma, yaitu: Roman, Alba-Audace, dan Fortitudo yang diperintah oleh rezim fasis saat itu (Benito Mussolini) yang berkeinginan membentuk klub sepakbola di kota Roma yang mampu menandingi dominasi klub-klub di utara Italia.
  3. Berkat pengaruh seorang jenderal fasis (Giorgio Vaccaro), Lazio menjadi satu-satunya klub di Roma yang menolak adanya merger, hal inilah yang pada awal mulanya memunculkan persaingan antara kedua klub. Derby della Capitale pertama berlangsung pada tanggal 8 Desember 1929, yang dimenangkan oleh Roma dengan skor 1-0 (saat itu masih berlangsung di stadion Campo Rondinella).
  4. Fakta bahwa kedua klub membenci klub-klub dari utara Italia, terlebih mereka tidak memenangi banyak piala sebagaimana klub-klub raksasa itu, menjadikan Derby della Capitale sebagai kesempatan untuk membuktikan siapa yang lebih dominan di ibukota (Roma).
Secara historis, pendukung AS Roma merupakan penduduk daerah selatan kota Roma yang berhaluan politik sayap kiri (sosialis/demokrasi sosial). Sementara itu, suporter Lazio cenderung berasal dari daerah utara kota Roma yang lebih makmur dan beraliran politik sayap kanan (liberal). Perbedaan tingkat sosio-ekonomi dan haluan politik ini yang menambah bumbu persaingan diantara kedua belah fans. Hal inilah yang juga menyebabkan ultras masing-masing fans mengambil tempat yang bertolak belakang di stadion, Ultras Lazio di curva nord dan Ultras Roma di curva sud.
Bagi fans Roma, fans Lazio dianggap sebagai outsider/orang luar, karena asal usul mereka dari luar kota Roma. Sementara bagi fans Lazio, merekalah yang membawa sepakbola ke kota Roma (Lazio telah berdiri sejak 1900, sementara Roma baru muncul 27 tahun kemudian).

Statistik dan Catatan

Hingga pertengahan musim 2009/2010, Roma dan Lazio telah bertanding 161 kali di semua kompetisi, dimana Roma masih memimpin statistik dengan 58 menang-59 seri-44 kalah (melesakkan 193 gol dan kebobolan 160 gol).
Khusus di kompetisi Serie A, Romapun masih unggul dengan 43 menang-54 seri-33 kalah (154 gol memasukkan dan 126 gol kemasukan) dari 130 partai.

Catatan Derby

  1.  Derby pertama dimainkan tanggal 8 Desember 1929, dengan hasil akhir 1-0 untuk Roma berkat gol Rodolfo Volk.
  2. Lazio baru berhasil memenangkan derby pertamanya di Serie A pada tanggal 23 Oktober 1932 dengan skor 3-0 (2 gol Fantoni dan 1 gol Malatesta)
  3. Derby pertama di stadion olimpico berakhir imbang 1-1. Carlo Galli menyumbang gol untuk Roma, dan Pasquale Vivolo menyamakannya bagi Lazio
  4.  Kemenangan terbesar Roma tercatat pada musim 1933/1934 dengan skor 5-0, sementara kemenangan dengan selisih terbesar Lazio adalah 3-0 yang terjadi pada musim 2006/2007
  5. Lazio mencatat kemenangan derby terbanyak dalam satu musim. Hal ini terjadi pada musim 1997/1998, dimana Lazio memenangi seluruh empat derby dalam musim tersebut (masing-masing dua kali di Serie A dan perempat final Coppa Italia)
  6. Francesco Totti adalah pemain yang paling banyak bermain di Derby della Capitale dengan torehan 27 kali penampilan, sementara pencatat rekor terbanyak Lazio adalah Aldo Pulcinelli dan Giuseppe Wilson dengan 19 kali tampil
  7. Dino da Costa dan Marco Delvecchio telah mencetak 9 gol bagi Roma dalam derby, sementara Silvio Piola menjadi pemain Lazio terproduktif dalam derby dengan 6 golnya
  8. Pemain yang memegang rekor gol terbanyak dalam satu pertandingan derby adalah il aeroplanino Vincenzo Montella. Dalam derby tanggal 11 Maret 2002, Montella mencetak 4 gol dalam kemenangan Roma 5-1
  9. Pemain yang dapat mencetak gol dalam derby bagi kedua klub hanyalah Arne Selmosson
  10. Tidak banyak pemain yang bermain untuk kedua klub dalam derby, antara lain:
  • Fulvio Bernardini
  • Luigi DI Biagio
  • Attilio Ferraris IV
  • Diego Fuser
  • Lionello Manfredonia
  • Sinisa Mihajlovic
  • Angelo Peruzzi
  • Arne Selmosson
  • Sebastiano Siviglia





sumber : http://asromaasik.wordpress.com

3 SCUDETTO

SCUDETTO PERTAMA KALI

16 Tim
Ada 16 tim yang berlaga di Seri A, diantaranya AS Roma, Torino, Venezia, Genoa, Lazio, Juventus, Bologna, Fiorentina, Triestina, Milano(A.C. Milan), Liguria(kini bernama U.C. Sampdoria), Ambrosina-Inter(kini bernama Internazionale Milan F.C), Atalanta, Livorno, Napoli, dan Modena.
Roma bermain sebanyak 30 kali dan berhasil mengoleksi 42 poin, dari 16 kemenangan, 10 hasil imbang, dan 4 kekalahan.
Komposisi Pemain dan Pelatih
Roma kala itu dikapteni oleh Ernes Borsetti. Pemain lainnya yang sangat besar jasanya adalah Mornese, Andreoli, Risorti, Cappellini, Guido Massetti, Benedetti, dan duet striker Roma kali itu, yaitu Amadei dan Panto.
Serta sebutan the rising star kala itu jatuh pada Nein Kreizu yang berasal dari Hungaria.
Dan, pelatihnya kala itu adalah Alfred Schaffer asal Austria.
SCUDETTO KE DUA
Roma yang ini adalah Roma terhebat sepanjang masa(menurut survei yang pernah saya baca di suatu tabloid olahraga). Karena, Roma sudah memuncaki klasemen sejak pekan kedua. Seri A kala itu dihuni oelh 16 tim, yang terdiri dari AS Roma, Juventus, Internazionale, Hellas Verona, Fiorentina, Udinese, Sampdoria, Torino, Avellino, Napoli, Pisa, Genoa, Ascoli, Cagliari, Cesena, dan Catanzaro. Roma bermain sebanyak 30 kali dan mengoleksi 43 poin, dari 16 kemenangan, 11 hasil imbang, dan 3 kekalahan. Hasil ini tentu saja menggembirakan, apalagi mengingat masa itu Juventus sedang berjayanya.
Roma di musim itu melahirkan banyak pemain legendaris, seperti Bruno Conti, Roberto Pruzzo, Carlo Ancelotti, Falcao, Giuseppe Giannini, Di Bartolomei(sebagai kapten), etc. Roma kala itu ditukangi oleh Niels Liedholm.

SCUDETTO KE TIGA

Berikutnya, musim 200/2001, Roma berhasil merebut scudetto dari tangan Lazio, pemegang trofi Seri A musim sebelumnya.
Roma yang ini adalah Roma yang saya pikir terhebat sepanjang yang saya lihat.
Itu terbukti dari perolehan poinnya yaitu 75 poin dari 34 laga. Kala itu, Roma dibesut oleh pelatih bertangan dingin, yaitu Fabio Capello. pemain-pemain kuncinya yaitu
Francesco Totti yang menjabat sebagai kapten, Vincenzo Montella, Gabriel Batistuta, Cafu, Aldair, Nakata, Zago, Antonioli, Tommasi, etc.
Penentuan juara musim ini ditentuka di pekan terakhir, yang ketika itu ada 2 ti yang berpeluang meraih scudetto, yaitu Roma dan Juventus. Bahkan, selebriti asal italia, Sabrina Ferilli, rela melaksanakan nazarnya yaitu menari telanjang ketika Roma berhasil meraih scudetto.
Begitulah masa lalu Roma, yang penuh kejayaan. Sekarang, pemain-pemain legendaris Roma seperti Ancelotti dan Conti dipandang hormat. Ancelotti berhasil mengantarkan AC Milan meraih 2 trofi Liga Champion, dan Conti menjadi duta Final Liga Champion 2008/2009.



sumber : http://asromaasik.wordpress.com

IL CAPITANO (KAPTEN AS ROMA)

Name                             Position  Career Seasons   as Captain Appearances Goals
Attilio Ferraris IV              MF 1927– 1934 / 1938-1939 7 (1927–1934) 217 2
Fulvio Bernardini              MF 1928–1939 5 (1934– 1939) 286 45.
Guido Masetti                   GK 1930–1943 4 (1939–1943) 339 0.
Amedeo Amadei              FW 1936-1938 /1939-1948 5 (1943–1948) 216 101.
Sergio Andreoli                 DF 1941–1950 2 (1948–1950) 205 13.
Armando Tre Re             DF 1949–1954 3 (1950–1953) 169 6.
Arcadio Venturi               MF 1948–1957 4 (1953–1957) 288 17.
Alcides Ghiggia                 MF 1953–1961 1 (1957–1958) 201 19.
Egidio Guarnacci                 MF 1953–1963 1 (1958–1959) 122 4.
Giacomo Losi                     DF 1959–1969 9 (1959–1968) 450 2.
Joaquín Peiró                  MF 1968–1970 2 (1968–1970) 128 28.
Luis del Sol                     MF 1970–1972 2 (1970–1972) 59 4.
Franco Cordova                MF 1967–1976 4 (1972–1976) 212 9.
Sergio Santarini              DF 1968–1981 4 (1976–1980) 344 7.
Agostino Di Bartolomei    MF 1972–1984 4 (1980–1984) 293 64.
Carlo Ancelotti                    MF 1979–1987 3 (1984–1987) 227 18.
Giuseppe Giannini             MF 1981–1996 9 (1987–1996) 437 75.
Amedeo Carboni              LB 1990–1997 1 (1996–1997) 229 5.
Abel Balbo                       FW 1993-1998 /2000-2002 1 (1997–1998) 175 78.
Aldair                                   DF 1990–2003 1 (1998) 312 20.
Francesco Totti               FW 1993-12 (1998 – ) 570 245.