Sabtu, 14 Januari 2012

Sejarah Logo Roma

REMUS DAN ROMULUS
Legenda tentang sepasang anak kembar yang diasuh oleh seekor serigala betina adalah awal ceritaberdirinya kota Roma.
Remus dan Romulus adalah anak dari Rhea Silvia dan Mars.
Saat lahir anak ini dibuang dibuang ke sungai Tiber oleh Paman mereka, Amulius
Alasannya karena Rhea diharuskan tetap menjadi perawan suci dan menetap di biara.
Remus dan Romulus kemudian ditemukan seekor serigala betina dan mengasuh
keduanya,
Suatu hari seorang penggembala anjing bernama Faustulus menemukan mereka dan merawat keduanya hingga dewasa.
25 April 753 SM Romulus mendirikan kota Roma setelah membunuh saudara kembarnya.
Serigala dan anak kembar kemudian dijadikan simbol kota Roma.
AS. Roma berjuluk I Lupi atau serigala.
Nah dengan dasar cerita asal muasal kota Roma maka AS.ROMA menjadikan serigala, Remus dan Romulus menjadi logo klub.
Tepatnya 22 Juli 1927, inilah simbol asli Roma.
“Menggambarkan dua orang anak sedang menyusu pada seekor serigala.”
Logo ini sempat menghilang dan kemudian muncul lagi di era 90-an.

LOGO BERUBAH

Logo Roma berubah di era pemerintahan fasis di Italia (aspek politis)
Diktator Benito Mussolini berupaya menanamkan pahamnya pada masyarakat Italia.
Nah, Olahraga khususnya sepakbola salah satu sasaran untuk kepentingan politis, AS.Roma sebagai salah satu kekuatan terbesar diibukota waktu itu ikut jadi tunggangan pemerintahan fasisme.
Wajar karena pendiri AS.Roma Italo Foschi adalah salah satu petinggiAssociazione Sportiva Fascista Pro Rome atau Organisasi Olahraga Fasis Pro Roma. Kedekatannya dengan pemerintahan fasis secara tidak langsung berimbas pada perubahan logo AS.Roma
Pada era 1930-an, simbol Remus dan Romulus menghilang dari logo bentuk PERISAI.
Dan diganti dengan inisial klub ASR.
” Logo ASR dikurung lingkaran berwarna merah. Terlihat simple tapi sama sekali tidak mempresentasikan bahwa klub ini berasal dari Kota Roma”
Efeknya :
Membuat masyarakat Roma beralih, kebanggaan masyarakat akan kotanya sendiri menjadi berkurang.
Sebelumnya, AS.Roma merupakan kebanggaan kota ini meski masih ada Lazio yg berhomebase sama,
Seperti kita ketahui banyaknya pendukung Il Lupi tak lepas dari berdirinya klub ini yg merupakan
hasil merger dari 3 klub : Roman, Alba dan Fortitudo Pro Roma.
Fortitudo merupakan salah satu klub yang saat itu punya basis pendukung terbanyak dari kalangan religius.

PASCA TUMBANGNYA MUSOLINI


Seiring tumbangnya rezim fasis pimpinan Musolini, Italo Foschi tak lagi memimpin AS.Roma
Logo klub pun kembali mengalami transformasi.
“Logo berubah dan makin menguatkan kesan tim berjuluk I Giallorossi (kuning-merah). Dengan menambahkan unsure berwarna kuning emas. Proporsi warna merah dan kuning emas lebih seimbang”
Efeknya:
Logo ini membawa keberuntungan, musim 1941-1942 I Lupi sukses meraih Scudetto pertama.
Di bawah pelatih Schaffer dan sang bintang Amadeo Amadei dkk..
Scudetto ini adalah impian sang pendiri Italo Foschi, tujuannya menyatukan klub2 kota Roma adalah
untuk menandingi kekuatan klub2 besar dari wilayah utara (Juventus, Inter dan Milan)

LOGO TERBURUK

Setelah meraih Scudetto perdana AS.Roma selalu gagal mengulang pesta Scudetto.
Hingga perubahan berkali-kali tetap tidak membawa keberuntungan.
“merubah model tulisan hingga kembali ke bentuk perisai. Dan kembali dengan hanya bertuliskan AS. Roma (logo terburuk)”


LOGO TAHUN 60′an

Dan akhirnya pada era 60-an AS Roma kembali ke logo saat klub berdiri.
Walau kembali ke logo awal tetap saja tidak membawa keberuntungan.
Selalu gagal meraih Scudetto dan dominasi Italia semakin milik klub2 utara.




LOGO ERA 80-an


Tahun 80-an AS Roma mengalami pergantian presiden dari Gaetano Anzaloneke tangan Dino Fiola di tahun 1979.
Efek pergantian ini juga berimbas pada logo klub,
“Logo klub berubah menjadi serigala hitam dengan background berwarna putih yang dikelilingi lingkaran berwarna merah dan kuning. “
Perubahan yang sangat radikal karena mengubah seluruh elemen dari logo asli sebelumnya.
Meski begitu logo ini sangat mewakili Roma sebagai tim berjuluk I Lupi
Hasilnya Roma berhasil meraih Scudetto II musim 1982/1983.

LOGO 90-an & LOGO 2000-an.

Logo serigala hitam tidak bertahan lama karena pada awal era 90-an AS Roma kembali memakai logo asli.
Akhirnya Remus dan Romulus membawa keberuntungan dengan raihanScudetto III di bawah pelatih Fabio Capello dan tentunya Il Capitano Francesco Totti.
Gelar lainnya seperti Juara Coppa Italia 1990/1991, 2006/2007, 2007/2008
SuperCoppa Italia 2001,2007

source : www.romanisti-indonesia.com

10 Hal Tentang Totti



1. Kecintaan Totti terhadap sepak bola sangat luar biasa, bahkan, acara televise yang di gemarinya pun berupa siaran sepak bola.
2. Di waktu senggang. Totti juga gemar membaca buku-buku karangan Stephen King jadi favoritnya
3. Klasik dan pop menjadi jenis music kegemaran Totti, sementara U 2 dan perl jam di pilih sebagai penyayi favoritnya
4. Lidah italianya selalu ingin di manja oleh Lasagna dan gnocchi.
5. Selain bermain sepak bola, Totti juga suka bermain Tenis dan Billiar.
6. Di banding film Hollywod. Totti lebih senang nonton film local. Terutama komedi.
7. Di roma totti dulu sangat dekat dan akrab sekali dengan Candella.
8. Tidak suka Hal-hal yang berbau Politik
9. Selain piawai di lapangan, Totti juga jago bermain bola di PlayStation.
10. Giuseppe Gianini dan Roberto Mancini adalah dua pemain Idolanya


Sumber : Soccer edisi Playmaker.Nov 2004
----------------------------------------

Jumat, 13 Januari 2012

Daftar Pelatih AS Roma dari awal berdirinya Klub

Berikut daftar Pelatih AS Roma dari awal berdirinya Klub :

1. 1927-28 s.d. 1928-29 : William GARBUTT
2. 1929/30 : Guido BACCANI, pada giornata ke-8 digantikan Herbert BURGESS
3. 1930/31 : Herbert BURGESS
4. 1931/32 : Herbert BURGESS, pada giornata ke-10 digantikan Janos BAAR
5. 1932/33 : Janos BAAR, pada giornata ke-7 digantikan Lajos KOVACS
6. 1933/34 s.d. 1936/37 : Luigi BARBESINO
7. 1937/38 s.d. 1938/39 : Guido ARA
8. 1939/40 : Guido ARA, pada giornata ke-27 digantikan Alfred SCHAFFER
9. 1940/41 s.d. 1941/42 : Alfred SCHAFFER >> Scudetto #1
10. 1942/43 : Alfred SCHAFFER, pada giornata ke-11 digantikan Geza KERTESZ
11. 1943/44 s.d. 1944/45 : Guido MASETTI
12. 1945/46 s.d. 1946/47 : Giovanni DEGNI
13. 1947/48 : Imre SENKEY, pada giornata ke-27 digantikan Luigi BRUNELLA
14. 1948/49 : Luigi BRUNELLA
15. 1949/50 : Fulvio BERNARDINI, pada giornata ke-36 digantikan Luigi BRUNELLA
16. 1950/51 : Adolfo BALONCIERI, pada giornata ke-16 digantikan Pietro SERANTONI, giornata ke-34 digantikan lagi Guido MASETTI
17. 1951/52 : Gipo VIANI
18. 1952/53 : Mario VARGLIEN
19. 1953/54 : Mario VARGLIEN, pada giornata ke-9 digantikan Jesse CARVER
20. 1954/55 : Jesse CARVER
21. 1955/56 : Gyorgy SAROSI
22. 1956/57 : Gyorgy SAROSI, pada giornata ke-30 digantikan Guido MASETTI
23. 1957/58 : Alec STOCK, pada giornata ke-11 digantikan Gunnar NORDAHL dan Antonio BUSINI
24. 1958/59 : Gunnar NORDAHL, pada giornata ke-8 digantikan Gyorgy SAROSI, giornata ke-25 kembali digantika Gunnar NORDAHL
25. 1959/60 s.d 1960/61 : Alfredo FONI
26. 1961/62 : Luis CARNIGLIA
27. 1962/63 : Luis CARNIGLIA, pada giornata ke-8 digantikan Alfredo FONI
28. 1963/64 : Alfredo FONI, pada giornata ke-10 digantikan Luis MIRO’
29. 1964/65 : Juan Carlos LORENZO, pada giornata ke-34 digantikan Naim KRIEZIU
30. 1965/66 s.d. 1967/68 : Oronzo PUGLIESE
31. 1968/69 s.d. 1969/70 : Helenio HERRERA
32. 1970/71 : Helenio HERRERA, pada giornata ke-25 digantikan Luciano TESSARI
33. 1971/72 s.d. 1972/73 : Helenio HERRERA, pada April 1973 digantikan Antonio TREBICIANI
34. 1973/74 : Manlio SCOPIGNO, pada giornata ke-7 digantikan Nils LIEDHOLM
35. 1974/75 s.d. 1976/77 : Nils LIEDHOLM, pada bulan Mei 1977 digantikan Antonio TREBICIANI
36. 1977/78 : Gustavo GIAGNONI
37. 1978/79 : Gustavo GIAGNONI, pada giornata ke-7 digantikan Ferruccio VALCAREGGI
38. 1977/78 : Gustavo GIAGNONI
39. 1979/80 s.d. 1983/84 : Nils LIEDHOLM >> Scudetto # 2
40. 1984/85 s.d. 1985/86 : Sven Goran ERIKSSON
41. 1986/87 : Sven Goran ERIKSSON, pada giornata ke-29 digantikan Angelo SORMANI
42. 1987/88 : Nils LIEDHOLM
43. 1988/89 : Nils LIEDHOLM, pada giornata ke-19 digantikan Luciano SPINOSI, giornata ke-23 kembali digantikan Nils LIEDHOLM
44. 1989/90 : Luigi RADICE
45. 1990/91 s.d 1991/92 : Ottavio BIANCHI
46. 1992/93 : Vujadin BOSKOV
47. 1993/94 s.d 1995/96 : Carlo MAZZONE
48. 1996/97 : Carlos BIANCHI, pada giornata ke-24 digantikan Nils Liedholm dan Ezio Sella
49. 1997/98 s.d 1998/99 : Zdenek ZEMAN
50. 1999/00 s.d. 2003/04 : Fabio CAPELLO >> Scudetto # 3
51. 2004/05 : Cesare PRANDELLI, sebelum musim berjalan digantikan Rudi VOELLER, pada giornata ke-5 digantikan lagi Luigi DELNERI, dan Bruno CONTI menggantikannya paga giornata ke-29
52. 2005/06 s.d 2008 : Luciano SPALLETTI.
53. 2008/09 s.d 2011 : Claudio RANIERI.
54. 2010/11 Pekan ke 20 :Vicenzo MONTELLA.
55. 2011/12 -sekarang : Luiz Enrique.

sumber : Romanisti Indonesia (facebook fanpage)

Erik Lamela

-Biografi Erik Lamela-

Informasi Pribadi
Nama lengkap : Erik Manuel Lamela
Tanggal lahir :4 Maret 1992 (umur 19)
Tempat lahir :Florida, Buenos Aires , Argentina
Tinggi :1,80 m (5 ft 11 in)
Bermain posisi :Gelandang Menyerang
Informasi Klub
klub : Roma
Nomor :8
Karir pemuda
River Plate
Senior karir *
TahunTim Apps † (GLS) †
2009-2011 River Plate 36 (4)
2011 - Roma 10 (1)
Tim nasional ‡
2011 - Argentina U20 4 (3) 2011 -
Argentina 1 (0)

Erik Manuel Lamela (lahir 4 Maret 1992) adalah pesepakbolaArgentina yang kini bermain untuk klub Serie A AS Roma .

Erik Lamela "El Coco" dikenal mempunyai bakat bermain bola sejak kecil. Di umurnya yang baru 12 tahun, ia sudah di tawar Barcelona untuk bergabung dalam pembinaan pemain mudanya. sebenarnya Jose Lamela , ayah Lamella, sudah bersedia pindah ke Spanyol dan menetap di Barcelona bersama istrinya, Miriam, dan anaknya Erik Axel dan Brian. *di umur yang masih kecil memang hak tertinggi datang dari Otoritas Orangtua. Namun, presiden River Plate Jose Maria Aguilar melarang Lamella untuk pindah, saling adu argumentpun terjadi dengan ayahnya. Hal tersebutakhirnya di selesaikan dengan mengundang seorang mayor untuk datang mendamaikanya. akhirnya pun Lamella bertahan dan menjalani debut Seniornya dengan River Plate.

Klub karir

River Plate
Lamela membuat debut tim pertama untuk Klub River Plate Atlético pada 14 Juni 2009, dalam pertandingan melawan Tigre untuk turnamen Clausura 2009 . Ia masuk lapangan pada menit ke-80, menggantikan Robert Flores . Lamela mencetak gol pertamanya untuk River pada tanggal 5 Desember 2010 di pertandingan melawan Colón untuk turnamen Apertura . Dia mencetak gol kedua melawan Lanus di fixture akhir itu Apertura, membantu Sungai memenangkan pertandingan 4-1.

Lamela menjadi starter reguler untuk River selama musim 2010-11 Primera División Argentina , bermain 34 pertandingan dan mencetak 4 gol. Dia membantu timnya untuk finis di tempat keenam secara keseluruhan dan meloloskan klub untuk kualifikasi Copa Sudamericana 2011 . Namun, karena kondisi keuangan yang kurang baik untuk menjalani kompetisi berikutnya. River Plate pun akhirnya terdegradasi dari Primera División Argentina musim 2010-11 setelah kalah playoff dengan Belgrano .

Roma
Pada tanggal 6 Agustus 2011, Lamela bergabung Serie A klub AS Roma untuk jumlah transfer sebesai €, 19 juta termasuk insentif. Roma sangat beruntung sekali mendapatkan telenta Argentina yang di incar oleh banyak klub-klub besar eropa. Pada tanggal 23 Oktober 2011, ia melakukan debut bersama AS Roma dan langsung mencetak gol pertamanya di Serie A melawan Palermo.

karir Internasional
Pada tanggal 25 Mei 2011, ia membuat debutnya dengan tim nasional Argentina , dalam pertandingan persahabatan melawan Paraguay . Dia juga telah dipanggil untuk mewakili nasional Argentina di bawah-20 tim sepak bola di Piala 2011 U-20 Piala Dunia .

sumber : http://www.facebook.com/romanisti2005indonesia

Senin, 02 Januari 2012

ngapain yach?

senin 2 januari 2012, ga tau ngapain... :D suram banget...
* brangkat ke teman gw da... angkin...
temen2 laen pada ngapain yach?
ga tau pada kemana...
free online,....zzz...zzz...zzz... ngetik sana ngetik sini.... klik sana klik sini...
bahhh.... dibawain cendol... :D


Sabtu, 31 Desember 2011

MERRY CHRISTMAS 2011

Arina Ephipania - All I Want For Christmas is You

buon natale AS ROMA

MOCCA


Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Mocca
Latar belakang
AsalBandung, Indonesia
GenrePop
Tahun aktif1999 - sekarang
LabelFFWD
Situs webhttp://mymocca.com/

Arina Simangunsong di Mocca Concert 4 February 2005 in Esplanade, Singapura
Mocca adalah kelompok musik indie asal Bandung. Grup ini beranggotakan Riko Prayitno (gitar), Arina Ephipania (vokal dan flute), Achmad Pratama (bass), dan Indra Massad (drum).

Daftar isi

  [sembunyikan] 

[sunting]Awal berdiri

Pada mulanya Arina dan Riko merupakan teman satu kampus di Institut Teknologi Nasional. Mereka tergabung dalam sebuah band kampus tahun 1997-an. Karena tidak cocok dengan anggota yang lain, Arina dan Riko pun sepakat mendirikan "Mocca". Dua tahun kemudian mereka bertemu dengan Indra dan Toma. Indra dan Toma merupakan teman satu kampus, mereka belajar desain produk di Institut Teknologi Nasional, Bandung dan masuk ke Mocca pada waktu yang sama.
Mocca pertama kali mucul dalam kompilasi Delicatessen (2002), dan langsung merebut hati penggemar.

[sunting]Perjalanan karier

Satu tahun kemudian mereka mengeluarkan debut album mereka "My Diary" (2003) dengan label indie "FFWD". Album ini meldak di pasaran. Lagu-lagu seperti "Secret Admirer" dan "Me and My Boyfriend" menjadi hits di mana-mana. Video klip "Me and My Boyfriend" mendapat penghargaan sebagai "best video of the year" versi MTV Penghargan Musik Indonesia 2003.
Bahkan mereka menandatangani kontrak dengan salah satu indie records di Jepang, Excellent Records, untuk mengisi satu lagu dalam album yang format rilisannya adalah kompilasi book set (3 Set) yang berjudul "Pop Renaisance". Ada 3 disc yang diedarkan di Jepang dan Mocca berada di disc no. 2 dengan lagu "Twist Me Arround".
Lagu-lagu Mocca sendiri menggunakan bahasa Inggris dengan alasan memudahkan penulisan syair serta kesesuaian dengan warna lagu pop dengan sentuhan swing jazz, twee pop, dan suasana ala 60-an.
Mocca kembali merilis album kedua mereka tahun 2005 bertajuk "Friends" masih dibawah label indie, Fast Forward Record. Dalam album ini Mocca tidak tampil sendirian. Mereka menggaet dua musisi andal untuk memperkaya musik mereka. Dari dalam negeri, mereka menghadirkan Bob Tutupoli untuk mengisi suara dalam lagu "This Conversation" dan lagu yang khusus dibuat untuknya, "Swing It Bob". Mereka juga berduet dengan musisi asal Swedia, Club 8. Bersama duo asal Swedia ini, Johan dan Karolina Komstedt, Mocca membawakan lagu "I Would Never".
Karier Mocca semakin menanjak. Tak hanya di dalam negeri, mereka mengembangkan sayap ke Asia. Singapura, Malaysia, Thailand, dan Jepang telah menikmati album mereka. Pada tahu 2005, Mocca menggelar konser di Singapura dan menampilkn The Rock Angels Band.
Mocca juga terlibat dalam pembuatan lagu soundtrack. Kuartet ini pernah mengerjakan soundtrack film "Catatan Akhir Sekolah" karya Hanung Bramantyo dan soundtrack sinetron TV "Fairish the Series".
Mocca juga membuat sebuah mini album berisi 6 lagu, 2 di antaranya berbahasa Indonesia. Mini album ini sebelumnya berjudul "Sunday Afternoon", tapi dirilis dengan judul "Untuk Rena". Mocca terinspirasi naskah cerita film anak-anak berjudul "Untuk Rena". Mocca tak hanya mendapat inspirasi. Mereka juga mendapat kesempatan untuk memasukkan "Happy!" dan "Sebelum Kau Tidur" sebagai soundtrack film garapan Riri Riza itu.
Tahun 2007, Mocca mengeluarkan album ketiga mereka, "Colours". Album ini memuat materi baru, termasuk 2 cover song yaitu “Hyperballad” (Bjork) dan “Sing” (The Carpenters) serta sebuah kolaborasi dengan Pelle Carlberg (Edson) yang kemarin sempat menjadi tamu di LA Light IndieFest, dalam lagu “Let Me Go”.